Keseluruhan kurikulum tersebut di laksanakan dengan menggunakan pendekatan BCCT atau sentra dimana setiap anak diposisikan sebagai subyek yang diberikan kesempatan untuk memilih dari hal yang ia sukai, dengan keyakinan bahwa jika anak menyukai suatau kegiatan maka dengan mudah pengetahuan yang akan diberikan dapat diserap dengan baik.
Adapun karakter pendekatan BCCT ( Beyond Center and Cicle Times / Sentra ) adalah sebuah metode pembelajaran yang berpusat pada anak melalui pendekatan bermain sambil belajar secara aktif dan kreatif di sentra-sentra pembelajaran yang menggunakan basis pijakan untuk pengembangan diri seoptimal mungkin sesuai dengan kebutuhan, dan potensi anak.
Ciri BCCT:
- Berpusat pada anak, serta pemberian kesempatan anak untuk menentukan dari mana dan dengan siapa ia memulai kegiatan.
- Menggunakan sentra sebagai sarana pembelajaran.
- Adanya saat lingkaran (circle time).
- Adanya pijakan yang menghantarkan anak mamahami aturan dalam permainan serta landasan ke tahap perkembangan selanjutnya.
- Optimalisasi perkembangan anak.
- Menggabungkan 3 jenis bermain pada setiap kegiatan yaitu:
- Sensori Motor.
- Main peran.
- Main pembangunan.
- Main dengan aturan (pijakan).
- Memperhatikan hubungan sosial antar anak (Tidak peduli, penonton, main sendiri, main bersama, main bekerja sama).
- Memperhatikan Densitas dan intensitas.
Intensitas: Pengalaman main dengan memberi kesempatan sepanjang waktu.
Densitas: Pemberian pengalaman main dengan keragaman macam permainan
Densitas: Pemberian pengalaman main dengan keragaman macam permainan
Keunggulan BCCT
- Kurikulum diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan sehingga mendorong kreativitas anak.
- Pendidik berperan sebagai perancang, pendukung dan penilai kegiatan anak dengan mengkondisikan setiap anak berperan aktif.
- Pembelajaran bersifat individual, sehingga rancangan, dukungan dan penilaian disesuaikan dengan potensi, tingkat perkembangan dan ketentuan masing-masing anak.
- Semua tahapan perkembangan masing-masing anak diamati dan dicatat oleh masing - masing guru sebagai observer, untuk dijadikan panduan dalam proses pembelajaran, selanjutnya Recalling diakhir kegiatan sebagai upaya untuk melatih daya ingat anak dan kemampuan bercerita di hadapan umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sumangga sami berkomentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.